Showing posts with label trillion. Show all posts
Showing posts with label trillion. Show all posts

Friday, May 3, 2013

IPO subsidiary Saratoga viewfinder Rp2 trillion

Jakarta (The Car Insurance Info)-PT Mitra Pinasthika Mustikan (MPM) Group businesses, Saratoga, the Prime stock will take off to the public (IPO) as much as 22.2 percent in Indonesia stock exchange with an estimated acquisition funds ranges from Rp2 trillion, trillion-Rp1,5.

"The IPO share price range was pegged at MPM Rp 1,500 to Rp 2,000 per sheet, so that the results of the IPO funds projected range Rp1,5 Rp2 trillion-trillion," said President Director of Saratoga, he, in a talk show with a number of editors of mass media, here on Wednesday.


According to Sandi, greeting familiar Sandiaga Uno, the share offer MPM is ongoing, and will be listing (recorded) in the BEI on May 29, 2013.


He explains, as for the IPO results fully funds will be used for business development of the company.


MPM, established in 1987, initially moving in a distributor of Honda motorcycles in East Java and NTT.


But later broadened the scope of effort outside the distribution business, which manufactures various components of the vehicle, vehicle dealers, financing, and stickers.


"Under the management of Saratoga, businesses thrive and MPM has even become market leaders in their respective sectors," said password.


Sales of motorcycles, production of lubricant is a very attractive business, MPM for contributing a fairly large against the company.


To this end, adds ciphers, IPO proceeds Fund will be used for working capital in developing the business, including the acquisition of vehicle rental companies.


According to records, about 25 percent is allocated for the acquisition of vehicle rental companies, and about 23 percent for the construction of facilities for fabrication and bottling of new lubricants.


While about 19 percent to finance the acquisition of the remaining shares of PT Federal Karyatama, as well as about 13 percent of the Fund in part purchase approximately 3,000 units of the new car.


But by 8 percent IPOS and other funds will be used for PT Asuransi Mitra Protector Jewels as insurance operations and expansion of 9 percent to pay off debt to PT Bank DBS Indonesia and PT ANZ Bank Indonesia and the rest for working capital.


Password to add, very prospective vehicle rental business so it is feasible to develop.


According to Sandiaga, business growth in the last three years MPM reached 25 percent-30 percent.


"Last year the MPM is able to finance a new vehicle around 3,000, then by 2013 is expected to be increased to about 13,000 vehicles," he said.


Related listings will be done at the end of may 2013, he said the IPO in the period was a good momentum, but as the market moves favorably also encouraged economic conditions continued to experience growth.


In 2012, the MPM records the revenues of about Rp10,77 trillion, up to 2011 of Rp8,45 trillion.


The bersaman, a comprehensive income that is distributed to the owners of the parent entity also recorded rose to Rp373,53 billion from Rp219,92 billion.




Car Insurance; Insurance




Car Insurance; Insurance; Health Insurance

Thursday, May 2, 2013

XL achieves revenues of Rp5,04 trillion in the first quarter

Jakarta (The Car Insurance Info) - PT XL Axiata Tbk (XL) membukukan pendapatan Rp5,047 triliun pada kuartal pertama tahun ini, hanya tumbuh 2 persen dari pencapaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp4,925 triliun.

"Kenaikan pendapatan didorong tumbuhnya layanan data yang melonjak hingga 16 persen," kata Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.


Menurut Hasnul, pencapaian kinerja XL selama kuartal I dipengaruhi penawaran paket-paket layanan dengan harga yang lebih terjangkau (affordable), untuk mendorong peningkatan jumlah pelanggan.


Faktor lainnya yang turut mempengaruhi adalah pembangunan infrastruktur BTS untuk menambah kapasitas layanan, yang banyak dilakukan oleh XL selama periode sebelumnya, sehingga penyerapan beban biaya sewa tower mulai ditanggung sejak periode kuartal pertama ini.


Hal lainnya adalah adanya beban rugi kurs yang harus ditanggung XL sebesar Rp26 milliar, sehingga pada akhirnya laba XL hanya sebesar Rp316 milliar atau turun dari sebelumnya Rp667 miliar.


"Di tengah persaingan industri yang kian ketat, selama kuartal I 2013 sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, XL mengawalinya dengan pencapaian yang agak berat, namun selalu berhasil di kuarta-kuartal berikutnya," tegas Hasnul.


Secara keseluruhan, pertumbuhan kontribusi layanan data mencerminkan arah bisnis serta adanya peluang yang besar yang dapat dimanfaatkan XL untuk dapat terus meraih potensi pertumbuhan di bisnis layanan data di masa yang akan datang.


Penggunaan layanan data di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu, termasuk di XL, yang mendorong terjadinya peningkatan traffic sebesar 40 persen.


Dengan jumlah pelanggan data sebesar 29,1 juta atau mendekati 60 persen dari total jumlah pelanggan XL, mendorong peningkatan kontribusi pendapatan layanan data menjadi sebesar 22 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 19 persen.


"XL selalu fokus dalam mengembangkan akses dan layanan, serta fleksibel dalam memenuhi tuntutan pasar. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur data untuk memenuhi permintaan layanan Data yang terus tumbuh, kami juga meningkatkan pemanfaatan aset melalui manajemen kapasitas yang lebih baik," ujarnya.


Adapun total jumlah pelanggan XL hingga kuartal I 2013 mencapai 49,1 juta naik sekitar 6 persen, dari periode sama 2012 sebesar 46,4 juta pelanggan.


Fokus XL tahun ini lebih meningkatkan pemanfaatan jaringan XL, sekaligus memprioritaskan perluasan infrastruktur data.


Hingga kuartal I 2013, XL memiliki BTS sebanyak 39.819 BTS, termasuk 13.295 Node B untuk mendukung peningkatan pengalaman menggunakan data pada para pelanggan.


XL telah membelanjakan Rp1,98 triliun untuk investasi di kuartal I 2013, yang sebagian besar menggunakan dana internal.


Selama kuartal pertama 2013, XL telah menandatangani perjanjian pinjaman baru dalam rupiah dengan Bank Mandiri pada Januari 2013 sebesar Rp500 miliar dan Rp2,5 triliun.


"Kami juga telah menandatangani perjanjian kredit baru dalam mata uang dolar dengan BTMU sebesar 110 juta dolar AS pada Maret 2013," ujarnya.




Car Insurance; Insurance




Car Insurance; Insurance; Health Insurance

Google Sitemap Generator